beef steak on a fork on a dark wooden background

Selain sumber protein, daging juga menjadi salah satu primadona makanan Nusantara. Terbukti dari kuliner tradisional banyak yang berbahan dasar daging seperti soto, sate, tongseng, sop daging, dan masih banyak lainnya. 

Tidak hanya makanan tradisional, makanan barat atau western food juga sering menggunakan daging sapi sebagai bahan dasarnya. 

Salah satu yang terkenal dan banyak digemari adalah steak. Daging yang dipanggang dengan tingkat kematangan tertentu dan diberi berbagai bumbu yang memperkuat rasa dari daging.

Nah, siapa yang pernah ditanya ketika memesan steak di restoran  seberapa matang daging yang diinginkan? Ternyata steak memiliki tingkat kematangan yang berbeda-beda loh! Buat sobat yang belum tahu bisa cek informasinya berikut ini.

Rare

Juicy steak rare beef with spices on a wooden board and garnish of asparagus.

Sumber gambar : freepik/timolina

Tingkat kematangan daging yang pertama adalah rare, pada tingkat kematangan ini daging belum matang atau sekitar 80% daging masih belum matang. Ciri-ciri dari tingkat kematangan rare adalah warna daging yang masih merah dan bagian dalam atau tengah yang masih terasa dingin.

Meskipun belum matang, tingkat kematangan ini lumayan disukai khususnya oleh beberapa orang karena daging yang masih terasa berair (Juicy) dan juga lembut.

Medium Rare

Juicy steak medium rare beef with spices and grilled vegetables.

Sumber gambar : freepik/timolina

Tingkat kematangan daging yang selanjutnya adalah medium rare, bisa dibilang tingkat kematangan medium rare berada di atas rare. Artinya medium rare, belum matang sepenuhnya namun di bagian luar daging sudah matang dan di bagian dalam belum.

Hampir sama seperti rare tekstur daging yang diolah dengan tingkat kematangan medium rare terasa lembut.

Medium

Sumber gambar : freepik/elenakabenkina

Sobat yang ingin aman dengan mengonsumsi daging matang namun masih ingin merasakan kelembutan dagingnya dapat memilih tingkat kematangan medium. Karena hampir keseluruhan dagingnya sudah matang dan hanya sekitar 40% bagiannya yang belum.

Tingkat kematangan yang satu ini disukai oleh banyak orang dan paling umum termasuk untuk lidah orang Indonesia. Walaupun tidak selembut atau sejuicy tingkat kematangan sebelumnya, medium cocok bagi kamu yang lebih suka daging lumayan matang.

Medium Well

Masih di tingkat medium namun lebih tinggi levelnya, medium well masuk juga ke tingkat kematangan daging yang perlu kamu tahu. Pada bagian ini daging hampir matang seluruhnya, teksturnya pasti berbeda dengan tingkat kematangan sebelumnya namun tidak mengurangi cita rasa daging steak yang hendak kamu konsumsi.

Well Done

Sliced steak ribeye, grilled with pepper, garlic, salt and thyme served on a wooden cutting Board on a dark stone background. Top view with copy space. Flat lay.

Sumber gambar : freepik/vasiliybudarin

Tingkat kematangan daging terakhir dan bisa disebut sebagai daging matang sepenuhnya adalah well done. Memiliki ciri-ciri daging yang berwarna coklat sepenuhnya dan memiliki tekstur yang kering di bagian luar.

Meskipun tidak selembut jenis kematangan daging lainnya, masih ada beberapa orang yang tidak masalah dengan tingkat kematangan well done ini.

Itu dia beberapa tingkat kematangan daging yang bisa kamu minta atau buat ketika mengolah daging untuk menjadi steak. Masing-masing tingkat kematangan ini dapat dicapai dengan durasi masak dan teknik yang berbeda-beda pastinya.

Sobat bisa melihat cara mengolahnya di internet atau konten resep yang mengolah daging steak. Jangan lupa pilih tingkat kematangan daging yang sesuai dengan seleramu agar daging masih bisa dinikmati.
Sumber: endeus.tv

Belanja Daging Segar di sini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here